Terus Menanjak : 30 Tahun Perjalanan Shafira

Wanita tampil modis dengan berbagai gaya busana muslim kini dapat dijumpai di mana saja. Tapi, jangan bayangkan hal yang sama dapat dinikmati pada era 80-an. Kala itu memakai busana muslim adalah sebuah tantangan berat. Adanya larangan dari berbagai instansi dan perusahaan membuat orang-orang merasa ragu bahkan takut memakai busana muslim. Mereka tidak diizinkan bekerja atau membuat pas foto dengan busana muslim. Selain itu, hampir semua orang menganggap berbusana muslim itu “kuno”, tidak keren, dan tidak fashionable. Tak ada pula perancang busana yang tertarik melirik pasar tersebut sehingga model busananya ”itu-itu saja”.

Itulah yang kemudian menjadi tonggak kehadiran Shafira.

Adalah Ibu Feny Mustafa yang begitu gelisah menyaksikan keadaan tersebut. Beliau bertekad memenuhi kebutuhan fashion para muslim dan mewujudkan keinginan para pekerja muslim untuk tampil syariah namun tetap modern dan trendy. Harapan terbesarnya kelak busana muslim ini bisa lebih diterima oleh masyarakat luas.

Awal Mula

Pada pertengahan tahun 1988, dengan dukungan para sahabat, Ibu Feny Mustafa mewujudkan angannya dengan mendirikan Shafira. Tak lama kemudian, tepatnya pada 8 Januari 1989 Shafira resmi terdaftar sebagai perusahaan busana muslim pertama di Indonesia!

Store pertama di Jakarta dibuka setahun berikutnya. Keberadaan toko yang menjual baju-baju muslim dengan pilihan yang beraneka ragam ini menarik begitu banyak perhatian. Masyarakat jatuh cinta dengan Shafira dan kian banyak yang melirik fashion baju muslim. Lima tahun kemudian berdirilah show room di Bandung. Dan selanjutnya pada tahun 2002 Shafira merambah kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya.

Tiada Henti Berinovasi

Ibu Feny Mustafa mengatakan, salah satu modal usaha selain uang adalah kreativitas. Dan, inilah yang kemudian mendorongnya terus melakukan inovasi. Sebab bisnis tanpa inovasi hanya akan jalan di tempat, bahkan mati.

Atas dasar prinsip ini, pada tahun 2004 Shafira membuat hijab clinic atau salon kerudung. Mereka menunjukkan bahwa bahkan dengan berjilbab pun kita masih bisa merias diri dan tampil stylish. Rupanya langkah ini sekaligus menjadi pelopor profesi hijab stylist di dunia!

Antusiasme masyarakat ini kemudian memunculkan ide untuk mendirikan Lamara, rumah kerudung yang kemudian bertransformasi menjadi Zoya.

Inovasi Shafira dalam mengembangkan gaya berjilbab ini begitu berhasil dan dilirik banyak pihak. Karenanya dua tahun sejak dirintis, Lamara langsung menggandeng mitra. Salah satu hasilnya pada tahun 2008 dibukalah 15 toko Lamara secara serentak di seluruh Indonesia.

Gaung nama ZOYA yang kian menggema membuat manajemen Lamara memutuskan bertranformasi ke brand ini pada tahun 2010. Dua tahun berikutnya Shafira Corporation lantas membuka line bisnis baru; Zoya Cosmetics, Zoya Jeans, Zoya Home, serta Zoya Music.

Dua tahun berikutnya Shafira Corporation membuka line bisnis baru lagi, yakni Mezora, Encyclo, serta Morning Bread.  


Melangkah dengan Shafira membuat Ibu Feny Mustafa dapat memotret fashion muslim secara lebih luas. Kesimpulannya, Indonesia memiliki selera fashion yang lebih beragam di antara negara-negara muslim lainnya. Ini membuatnya yakin Indonesia dapat menjadi kiblat fashion muslim dunia. Visi ini kemudian ditularkannya pada para pelaku fashion muslim di Indonesia dan akhirnya menjadi cita-cita bersama bahwa pada 2020 Indonesia akan menjadi kiblat fashion muslim dunia. Dan, momen deklarasi bersejarah tersebut terjadi pada tahun 2009 dalam event Lebaran Bersama SHAFIRA yang bertema la fleur de SHAFIRA.


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published