Cologne Central Mosque Representasi Muslim Jerman Yang Menginspirasi

SHAFIRAMenjelajahi negara Jerman menjadi salah satu pilihan tepat untuk menghilangkan penat sekaligus mengembalikan semangat yang luntur karena rutinitas harian. Udara yang tetap sejuk sekalipun pada musim panas, membuat Jerman selalu digemari para pelancong dari Negara tropis seperti Indonesia. Destinasi yang ditawarkan negara federasi ini pun begitu beragam, sehingga mudah disesuaikan dengan minat para wisatawan.

Rugen Clif misalnya. Tebing yang berada di antara Pomeranian dan Baltic ini menyuguhkan pemandangan menawan yang tak dapat di tolak oleh para pecinta alam. Ada juga Heidelberg Old City, kota tua dengan sejumlah bangunan bersejarah yang mampu membuat wisatawan seolah berada di Jerman pada masa lampau. Sedangkan romatisme sungai Rhine yang temaram pada malam hari akan jadi pilihan sempurna untuk menutup hari.
SHAFIRA - Germany Inspiration

Bagi wisatawan Muslim, kini Jerman menjadi salah satu Negara ramah Muslim di Eropa yang paling menarik dikujungi setelah Perancis. Meski sempat terjadi kontroversi, perkembangan destinasi wisata Muslim Jerman sampai saat ini terus berkembang dengan pesat. Sebut saja Berlin. Memiliki puluhan masjid yang tersebar di seluruh  penjuru daerah, menjadikan Ibu Kota Jerman ini jadi destinasi favorit para wisatawan muslim

Menariknya lagi, tak hanya menyuguhkan destinasi wisata yang memfasilitasi kebutuhan Muslim ternyata Jerman telah menjadi rumah bagi ribuan pencari suaka dari suriah dan para imigran Muslim lain yang sudah menetap sejak tahun 60an.

Sebagai Negara terbesar kedua setelah Perancis dengan jumlah Muslim terbanyak, pada 2017 lalu Jerman meresmikan sebuah masjid super megah di tengah kota Cologne. Masjid ini digadang-gadang akan menjadi ikon kota tersebut dan mensejajarkan diri dengan Cologne Cathedral.

Melalui gaya arsitekturnya, Cologne Central Mosque merepresentasikan perdamaian dan keterbukaan serta keramahan Islam terhadap masayarakat Jerman. Desain interiornya merupakan gabungan elemen oriental dan Islam kontemporer. Dindingnya dibubuhi dengan nama-nama nabi yang berperan penting dalam sejarah Islam, Kristen dan Yahudi.

Berbentuk kubah besar semi transparan dengan titik tertinggi mencapai 36 meter, membuat cahaya matahari bebas menerobos dan menerangi hamba-hamba Allah yang tengah khusu beribadah. Lampu sorot besar menyinari kaligrafi, mimbar serta mihrab di dalam masjid. Saat malam hari, Cologne Central Mosque  tampak bersinar seolah memperlihatkan cahaya ilahi sebagai petunjuk dalam kehid upan kelam tanpa arah.

Keberadaan Cologne Cental Mosque layaknya mengingatkan bahwa meski Islam menjadi minoritas dan terkadang diremehkan namun cahaya kebenaran tak akan pernah padam bahkan akan terus bersinar dan diam-diam menghangatkan sekitarnya.


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published