Begini Kondisi Tubuh Bila Sering Telat Makan

Bagi millenials melakukan segalanya dengan cepat adalah mutlak. Padatnya rutinitas seolah telah menjadi gaya hidup yang sulit diubah. Pemahaman buruk ini membuat mereka kerap mengabaikan kebutuhan asupan nutrisi terbaik bagi tubuh. Mengatur jumlah asupan makanan dan minuman sehat saja tidak akan membantu bila kamu masih saja mengabaikan jam makan.

Kadang kita merasa menunda makan beberapa jam saja bukan masalah besar. Namun, kebiasaan menunda waktu makan sering berujung permasalahan fatal terutama pada bagian pencernaan. Apalagi kalau sedang berusaha berdiet dengan mengurangi makan.

Seseorang yang sering menunda-nunda jam makan akan lebih mudah mengalami kelelahan. Pasokan glukosa yang seharusnya disuplai setiap 4-6 jam sejak makan terakhir mengalami perubahan sehingga membuat tubuh merasa cepat lemah, lesu, dan bad mood. Selain itu, pekerjaan yang seharusnya cepat jadi melambat bahkan bisa berantakan karena daya konsentrasi yang kian menurun.

Begitu pula pada bagian pencernaan yang mengalami gangguan akibat maag dan asam lambung yang naik. Kram perut yang tak tertahankan akan membuat wajah tampak lemas dan pucat. Kondisi ini juga bisa membuat lambung mengalami iritasi, rasa sakitnya pun bisa menjalar ke ulu hati.

Berusaha menyelesaikan pekerjaan dengan kondisi perut kosong akibat menunda jam makan justru akan menciptakan problematika pada diri sendiri. Tekanan dan fungsi otak yang melemah bisa meningkatkan stress lebih cepat. So, apakah kamu masih mau menunda jam makan?

Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published